Senin, 12 Oktober 2015

Jatuh Cinta pada dunia Fine Art Photography




Entah inspirasi ini darimana, setelah pengamatan yang intensive di dunia perinstagraman dan pinterest-an selama 3 bulan, plus observasi bak pengamat fashion dunia, saya memutuskan, mimpi saya adalah menjadi seorang designer, JUST someday tentunya. Ini selain mimpi menjadi seorang penulis ya... hidup saya memang penuh mimpi karena mimpi adalah doa dan harapan.

Sekitar semester ketiga tahun lalu (haduhh kebawa gaya penulisan laporan keuangan) ya, tahun lalu, saya berpikir usaha apa ya yang bisa menambah pendapatan. Ada beberapa prospek yang kemudian saya amati. Karena saya berhijab, maka prospek usaha fashion hijab online menurut saya sangat menjanjikan asal dengan syarat, mampu memproduksi massal dengan harga yang dibanting. Menurut saya, bahan baku kain yang lebih murah inilah yang bisa membuat kita bersaing di dunia fashion online karena membuat produksi kita jadi terjangkau. Inilah kenapa Itang yunaz kemudian memiliki label dengan harga 200ribuan, yang notabene untuk baju desainer senior, harga ini terbilang murah. 

Dari artikel yang saya baca (maaf lupa judulnya) Itang bisa membuat production cost lebih murah dengan menggunakan mesin printed kain tertentu. Tapi ini kan designer besar. Kalau belum punya modal besar gimana ya... alhasil saya cuma jalanin saja bisnis fashion hijab kecil-kecilan selain tugas kerja kantoran. Mungkin di tulisan yang lain bisa saya kupas panjang lebar.

Kembali ke soal judul di atas, jatuh cinta pada dunia Fine Art Photography. Suamilah yang pertama memperkenalkan istilah ini kepada saya dan kelak menjadi obsesi kami bersama.
Yang kedua adalah usaha photography. Dengan menjamurkan komunitas photography, prospek membuat photography event menjadi menjanjikan dimata saya. Ditambah job photography untuk wedding, baby, maternity, sepertinya ada peluangnya.

Akhirnya akun instagram @dafirrahijab menjadi awal untuk saya mewujudkan keinginan bisnis di dua bidang ini, fashion dan photgraphy.
Namun, photgraphy sepertinya menjadi mimpi yang sempurna, too good to be true, alias perlu idealisme besar untuk mewujudkannya seperti yang ada di web ini :http://kirstymitchellphotography.com/ .  Kristy adalah seorang desainer kondang Alexander Mc. Queen yang memutuskan berhenti untuk menjadi seorang conceptual photographer. Kristy sangat menginspirasi saya untuk memahami conceptual photography atau fineart photography.

Konsep ini selalui menghantui hingga pelan-pelan jari-jari saya bergerak sepulang kerja, imaginasi saya tak terkendali menghasilkan sebuah gaun dengan nuansa muslim dan budaya Kalimantan yang kental hanya dengan jahit tangan. Berbekal pengamatan di pinterest, saya membuat aksesoris kepala atau headpiece untuk gaun ini. Semuanya hand made. Dan ketika suami geleng-geleng , bertanya  apa yang sedang saya ciptakan, saya hanya menjawab, 

“Saya mengerti apa yang kami inginkan untuk sebuah fineartphotography. Dan saya hanya berusaha mewujudkannya untuk kamu. “

Semua imaginasi di kepala benar-benar hanya menunggu untuk meledak dan saya menghabiskan waktu sepulang kerja membayangkan seperti apa ketika gaun itu diphoto nanti.

Inilah jadinya photo gaun ini. Photography by ig ; @gengsuku


Merasa sudah kecemplung  di mimpi-mimpi tentang fineart photography, saya kemudian membuat gaun kedua, sejauh ini masih masih 50% untuk penyelesaian gaun ini. Namun tak kuasa melanjutkannya. Entah kapan saya akan melanjutkannya. Semua detail di cerita ini akan saya ceritakan dalam postingan-postingan selanjutnya.



Namun mimpi tentang membuat sebuah album photo Fineart photography tentu masih mengendap di syaraf otak saya. Saya menemukan photography yang dikawinkan dengan fashion adalah sebuah kreativitas maksimal tiada batas. Inilah yang saya sukai tentang photography ini.

Rasanya ingin mempekerjakan seseorang saja untuk menjahit gaun yang akan saya pakai dalam fine art photgraphy itu. Entahlah, suatu hari yang pasti, saya akan melanjutkan kain-kain yang hampir terbengkalai itu. Kalung berbentuk bolero yang masih harus diselesaikan bagian lengan kirinya. Kemudian mengukir payet di atasnya bak desain-desain DIOR atau CHANNEL. Membuat layer-layer yang rumit bak label Alexander Mc Queen. JUST SOMEDAY. Wish me luck to reach my dreams.

4 komentar:

Yudi Febrianda mengatakan...

Ikutkan di Tabalong Ethnic Festival nanti, mbak

Yudi Febrianda mengatakan...

Ikutkan di Tabalong Ethnic Festival nanti, mbak

Yuyun Choiriah mengatakan...

Hehe...jauh mas, coba kalau bisa ikutan ya. Yg pasti pernak perniknya cucok utk TEF juga siy

Yuyun Choiriah mengatakan...

Hehe...jauh mas, coba kalau bisa ikutan ya. Yg pasti pernak perniknya cucok utk TEF juga siy