Selasa, 10 November 2015

4 hal yang membuat bang ojek online kesal

Hari ini saya ingin menulis sesuatu yang ringan-ringan saja tentang ojek online. Mungkin kalian pernah merasa sebal dengan ojek online yang diorder. Tapi pernah nggak merasa kalau kita bisa juga lho membuat kesal ojek driver. Berikut beberapa hal yang saya kumpulkan dari pengalaman sedikit konyol terutama termasuk pengalaman pribadi.

1. Menunggu terlalu lama
Siapapun pasti kesal kalau menunggu terlalu lama, Gojek juga demikian. Suatu ketika saya mendengar langsung dari Gojek driver, "Jadi pernah mbak saya itu nunggu di depan apartemen customer. Sampai sana ternyata customernya baru bangun tidur. Bayangin aja, belum mandi, gosok gigi, ganti baju, wah lama deh, bisa 30 menit." Tapi customer beralasan dulu, kalau order gojek suka lama datangnya. Dan... gojekpun menunggu dengan sabar karena dia berprinsip lebih baik menunggu customer dari pada customer yang menunggu dia. Beda lagi kasusnya sama driver Grab Bike. Terkadang ketika tidak mau menunggu terlalu lama, mereka bisa tekan cancel order kita di celphonenya dengan alasan motorbike broke down. Tapi kalau Gojek Driver tidak ada menu untuk mengcancel order customer, mau nggak mau nunggu customer deh sampai datang

.


2. Ketiduran di motor
Nah ini yang bahaya. Ketiduran di motor sampai motor oleng tentu saja membuat gojek kesal. Maaf ini kejadiannya pengalaman pribadi hehe. Waktu itu siang lumayan panas, dan kalau naik motor angin sepoi-sepoi. Ditambah perut kosong belum makan siang, otomatis badan nggak seger dan ngantuk rasanya. Akhirnya... Duggg kepala saya yang diselimuti helm kejedot helm Bang Gojek. "Mbak..mbak.. ketiduran ya."
"Kok tahu mas," saya bertanya polos sambil berusaha membuka mata lebar-labar
"Lha ini, motor saya agak oleng. Jangan tidur mbak, takut jatuh."
"Hehe..sorry mas, anginnya bikin ngantuk"
Nah kan, pasti Bang Gojek ngedumel dalam hati.

3. Salah paham soal lokasi
Bang Ojek pasti bete selangit kalau jemput customer tapi salah paham tentang lokasi penjemputan. Sering terjadi hampir setiap saya pulang kerja. Setiap kali saya minta gojek menunggu di lampu merah gedung RNI kuningan, selalu saja mereka menunggu di seberang gedung, atau di pintu masuk RNI. Yang ada percakapan berikut sering terjadi.

"Mas udah sampai mana? Tunggu di lampu merah ya RNI ya. saya di samping lampu merah," kata saya.
"Iya mbak. Saya sudah di RNI dari tadi. Tapi nggak lihat mbak."
" Mas nggak mungkin di lampu merah. Saya bener-bener di bawah lampu merah. Ini semua pada brenti di bawah lampu merah. Mas dimana sih." Mulai drama tidak sabar
"Mbak, saya itu di lampu merah, beneran," kata bang gojek kesal. "Saya udah disini dari tadi."
"Ya udah deh saya cari," kata saya sambil berjalan menyeberang ke gedung RNI, ke arah mega kuningan."
Ternyata itu bang gojek ada di depan RNI, tepat di seberangnya. Kalau ini sih bikin saya kesal juga hehe

4. Customer minta ngebut
Ini berdasarkan pengakuan Bang Gojek, kesal kalau terus-terusan disuruh ngebut. Kalau yang biasa ngebut mungkin nggak masalah. Tapi buat mereka yang tertib berlalu lintas dan suka berkendara dengan aman, mungkin merasa terganggu kalau disuruh ngebut.

Nah itu dia beberapa hal yang membuat Bang Gojek Kesal. Kalau ada hal lainnya, silakan share di comment berikut ini ya :)

1 komentar:

Ari Johns mengatakan...

Sedia kopiko mb biar ga ngantuk